Seni Komunikasi Anggota Keluarga

Seni Komunikasi Anggota Keluarga

Identitas Buku.

Judul buku: Seni Komunikasi Anggota Keluarga.

Nama pengarang: Prof. Dr. Abdul Karim Bakkar (penerjemah: Muhammad Saiful).

Tahun terbit: Februari 2021, Cetakan I.

Ketebalan buku: 132 Halaman.

Penerbit: Aqwam.

ISBN 978-979-039-740-8

Sumber: dokumentasi pribadi.

Resume Buku.

Komunikasi merupakan salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam keluarga. Sebab keluarga menjadi kelompok sosial pertama dalam kehidupan dan tempat belajar sebagai makhluk sosial dalam interaksi dengan kelompoknya. Karakter anak pun dapat terbentuk dari komunikasi tersebut. Dalam keluarga komunikasi merupakan sesuatu yang harus dibina sehingga anggota keluarga merasakan ikatan yang dalam serta saling membutuhkan. 

A. Apakah Dialog itu?

Tidak ada keraguan bahwa banyak keluarga berdialog mengenai beberapa hal dan dengan cara yang sangat baik, tapi ini membentuk hanya persentase yang sangat kecil.

Dua elemen penting yang selalu ada di dalam dialog:

  1. Dalam dialog tidak ada ketertarikan untuk meyakinkan pihak lain untuk mencapai pendapat atau gagasan seseorang karena tujuannya adalah untuk mendapatkan kesadaran yang benar akan suatu masalah melalui dialog.
  2. Pihak-pihak dalam dialog memiliki dua hal mendasar. Di satu sisi mereka memiliki pengetahuan mengenai masalah yang dibahas dan tujuan berdialog tentang hal tersebut. Disisi lain mereka memiliki perilaku yang baik dan pendekatan yang halus.

Bila kita tahu betul apa yang seharusnya menjadi tujuan dialog maka dialog kita akan lebih bermanfaat dan jauh dari upaya yang sia-sia.

B. Mengapa kita perlu berdialog?

Allah menciptakan kita dengan perbedaan individual dan kita harus mengakui itu dengan mengakui bahwa kita secara alami berbeda seseorang harus mengakui hak orang lain untuk berbeda dengan seseorang dalam hal-hal tertentu.

Pentingnya dialog antar anggota keluarga dan kejahatan yang menyertai jika hal tersebut diabaikan yaitu:

  1. Pengasuhan anak adalah interaksi antara orang tua dan anak mereka semakin serius interaksi itu secara emosional semakin anak akan terpengaruh oleh orang yang darinya mereka mendapatkan pendidikan itu.
  2. Pendidikan seperti yang telah dikatakan sebelumnya adalah interaksi dan tidak akan ada pendidikan tanpa nya tujuan pendidikan adalah untuk membangun kepribadian seorang anak dan mempersiapkannya untuk hidup atau seperti yang kadang kita katakan untuk mempercepat kematangan Nya sehingga ia bisa menuai keuntungan maksimal dari hidupnya.
  • Saat kita berdialog dengan seorang anak kita memberinya perasaan kesetaraan dia menjadi individu yang mengerti dan bertanggung jawab atas apapun yang dia katakan.
  • Anak-anak tidak hanya merasa percaya diri dengan berdialog mereka juga merasa aman.
  • Membentuk budaya dialog Membantu seorang anak mengatasi ketakutan bawaan untuk membuka diskusi tentang kejadian yang tidak menyenangkan.

3. Orang tua mendapatkan banyak manfaat dari berdialog dengan anak-anak mereka di antaranya pertama memberi mereka wawasan tentang aspirasi anak-anak masalah mereka dan pemahaman mereka tentang masalah karena anak-anak tidak memiliki kemampuan untuk mengekspresikannya secara spontan tapi hal ini menjadi mungkin dalam sebuah. Kedua mengetahui Citra mental yang telah anak-anak mereka bentuk tentang diri mereka rumah dan keluarga mereka dan ini sangat penting karena bentrokan berkepanjangan dalam keluarga berpotensi membuat setiap anggota membentuk kesan di otaknya tentang hal ini yang mungkin salah.

4. Tidak ada waktu untuk berdialog antar anggota keluarga yang lebih penting daripada sekarang ini karena serbuan budaya yang sangat besar yang datang dari barat dan yang tidak terhindar bahkan dari rumah.

Jika kita gagal menjalin komunikasi dengan anak-anak kita dan anak-anak gagal melakukannya bersama kita maka kita tidak sengaja menyerahkan mereka untuk disapu dalam arus masyarakat dan yang tidak didasari oleh pengetahuan dan juga tidak dipandu dengan benar.

Kurangnya komunikasi keluarga di rumah akan menyebabkan anak-anak mencari dari sumber lain.

C. Mengapa kita tidak berinteraksi?

Berikut beberapa alasan utama yang membuat orang mengabaikan dialog dan hampir menolak sepenuhnya:

  1. Kesibukan ayah maupun ibu dan sedikit waktu yang mereka habiskan di rumah akhir-akhir ini, ketika kebutuhan hidup sehari-hari meningkat ke titik yang membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam bekerja di luar rumah.
  2. Manusia menurut sifat alami dan instingnya adalah makhluk ekonomis. Inilah sebabnya mengapa dia akan berpaling secara alami dari aktivitas apapun yang tidak menjadikannya penghargaan atau keuntungan. 
  3. Konsep dan keyakinan yang dimiliki beberapa orang tua tentang pendidikan, merupakan hal yang bertanggung jawab atas tidak adanya dialog dalam keluarga.
  4. Kemajuan telekomunikasi memberi setiap anggota keluarga kemungkinan untuk mengisolasi diri dari anggota keluarga lainnya. Sementara dirinya terhubung ke dunia luar.
  5. Beberapa pria tidak mengetahui tanggung jawab moral dan pendidikan yang datang bersama dengan pelaksanaan beberapa hak saat mereka dalam keluarga. 

D. Agar dialog membuahkan hasil.

Dialog adalah interaksi jiwa sebelum bisa menjadi interaksi otak. Dialog dalam keluarga jauh lebih sulit daripada antara dua teman di sekolah atau dua orang yang sedang melakukan negosiasi transaksi bisnis.

Membuat sebuah dialog keluarga yang sukses dan membuahkan hasil akan membutuhkan lingkungan khusus. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan di dalam keluarga:

  1. Ketika anggota keluarga duduk untuk berdialog, penting bagi mereka untuk membuat tujuan pertama. Yaitu untuk memperkuat perasaan cinta kasih yang mulia di antara mereka dan untuk memperbaiki hubungan jiwa yang mengikat mereka. 
  2. Dialog yang membuahkan hasil membutuhkan suasana yang tenang dan kesiapan psikologis semua pihak di dalamnya. 

Penutup:

Demikianlah resume mengenai buku Seni Komunikasi Anggota Keluarga. Semoga bermanfaat.