23 Des Mengenal Emosi Negatif
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Pengenalan
Berbicara mengenai manajemen emosi, rasanya tak dapat kita elakkan dari pengenalan atas macam-macam emosi yang ada dalam diri seseorang. Salah satu jenis emosi yang memberikan dampak tidak baik bagi tubuh yakni emosi negatif. Disaat kita mengalami perasaan negatif seperti stres, marah, takut atau sedih, secara otomatis akan mempengaruhi tubuh kita.
Perasaan negatif yang timbul, akan membuat tekanan darah dan detak jantung tidak normal. Serta membuat sistem kekebalan tubuh kita melemah. Dalam jangka panjang, tentu membuat tubuh kita menjadi lebih mudah terserang berbagai macam penyakit.
Enam reaksi tubuh yang biasanya terjadi saat alami emosi negatif:
- Perubahan pola tidur / sulit tidur.
- Nafsu makan menurun.
- Sulit konsentrasi.
- Jantung berdebar.
- Sesak di dada.
- Migrain / pusing.
Suasana hati yang buruk memang tak bisa kita hindari. Namun, setidaknya kita bisa membatasi agar tidak berlarut-larut dan mempengaruhi kesehatan.
Emosi negatif dapat menyakiti diri sendiri.
Emosi negatif yang menguasai kita biasanya disebut sebagai penyakit hati. Sejumlah emosi negatif yang merusak diri, merusak jiwa hingga tidaklah kita merasakan ketenangan, ketenteraman dalam hidup. Disinilah terjadinya perbuatan aniaya terhadap diri sendiri. Sebagai contoh, sakit hati berbentuk marah. Marah dengan diri sendiri, marah dengan orang lain yang pernah menyakiti. Marah adalah unsur negatif yang membuat diri kita sakit, terluka. Membiarkan rasa marah itu tumbuh berkembang dan menguasai diri.
Tanpa kita sadari masuklah kita dalam posisi menyiksa diri dengan perasaan bersalah, menyesal, kesal, dan akhirnya meletakkan kita pada sebuah titik keburukan. Bahkan saat kita melakukan perbuatan buruk atau aniaya (zalim) kepada orang lain, sebenarnya yang terjadi adalah kita menyakiti kepada diri sendiri.
Emosi negatif lain yang juga parah adalah sakit hati berbentuk benci kepada diri sendiri, minder atau tidak percaya diri. Merasa bahwa diri ini tidak baik, bodoh, fisik yang tidak sempurna. Rasa bersalah atas semua yang terjadi adalah kondisi hati yang perlu disembuhkan, keberadaan diri yang perlu ditolong. Betapa kasihan diri yang disiksa merasakan ini.
Maka, perlulah dilakukan langkah untuk menyembuhkan luka hati yang sudah membesar ini dengan cara merilis emosi negatif dengan cara yang benar. Sehingga tidak melukai diri terus menerus dan melukai orang di sekitarnya.
Sumber bacaan:
Self Healing Book : The New Me, Jalan Menuju Kejernihan Hati
-RA-